Cara Mengelola Risiko Kelelahan (Fatigue) di Tempat Kerja

Daftar Isi
Dalam dunia kerja, terutama di industri yang melibatkan pekerjaan fisik dan mental yang berat seperti pertambangan, pengelolaan kelelahan sangat penting. Ini untuk menjaga keselamatan dan produktivitas. Kelelahan bisa mempengaruhi kinerja pekerja, baik fisik, mental, maupun emosional.
Mengelola Risiko Kelelahan (Fatigue) di Tempat Kerja: Pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Pekerja

Apa Itu Kelelahan (Fatigue)?

 

Kelelahan adalah penurunan kemampuan fisik atau mental karena berbagai faktor. Faktor-faktor ini termasuk kualitas tidur, beban kerja, stres, dan faktor psikososial. Kelelahan bisa mempengaruhi kewaspadaan dan konsentrasi, yang meningkatkan risiko kecelakaan.

Gejala Kelelahan

Gejala kelelahan bervariasi tergantung pada tingkat keparahan. Berikut adalah beberapa gejala yang umum:

 

Ringan:

Menguap berulang kali

Anggota tubuh terasa berat

Penurunan konsentrasi dan kebingungan

Sedang:

Sakit kepala dan mual

Koordinasi gerakan lemah

Kehilangan memori jangka pendek dan perasaan malas

Berat: 

Mengantuk berat hingga tertidur sesaat

Pengambilan keputusan yang buruk

Perubahan perilaku menjadi agresif atau temperamental

Faktor Risiko Penyebab Kelelahan

Beberapa faktor utama penyebab kelelahan antara lain:

Kualitas dan Kuantitas Tidur: Tidur yang tidak cukup dan berkualitas rendah adalah penyebab utama.

Irama Biologis Tubuh (Circadian Rhythm): Ritme biologis alami tubuh memengaruhi kewaspadaan. Pekerjaan malam meningkatkan risiko kelelahan.

Beban Kerja Fisik dan Mental: Pekerjaan berat fisik atau mental dalam waktu lama menyebabkan kelelahan.

Pola Kerja Shift: Kerja bergilir atau shift malam mengganggu ritme biologis tubuh, memperburuk kondisi kelelahan.

Lingkungan Kerja: Faktor eksternal seperti kebisingan, getaran, suhu, dan kondisi kerja yang tidak nyaman juga mempengaruhi kelelahan.

Bagaimana Pengelolaan Kelelahan di Tempat Kerja?

Pengelolaan kelelahan adalah tanggung jawab bersama antara manajemen dan pekerja. Ada beberapa cara untuk mengelola risiko kelelahan di tempat kerja:

1. Desain Waktu Kerja yang Tepat

Memastikan pekerja mendapat waktu istirahat yang cukup sangat penting. Dalam jadwal kerja 12 jam, perusahaan harus memberikan waktu istirahat minimal satu jam. Ini membantu menghindari kelelahan berlebihan.

2. Kondisi Fisik Pekerja

Pemeriksaan kesehatan rutin penting untuk memastikan pekerja fit. Pekerja dengan kondisi medis tertentu seperti hipertensi perlu diperiksa lebih sering. Mereka juga harus bebas dari pengaruh alkohol atau narkotika. 

3. Pengaturan Waktu Istirahat yang Efektif 

Waktu istirahat yang cukup sangat penting selama jam kerja. Teknik seperti napping atau tidur sejenak membantu pemulihan cepat. Istirahat yang benar sangat membantu tubuh dan pikiran.

4. Pemantauan dan Pengecekan Kelelahan

Pengawasan berkala penting untuk mendeteksi kelelahan dini. Pada jam-jam kritis, pengawasan terhadap pengemudi sangat penting. Tes kelelahan membantu memastikan pekerja tetap fit. 

5. Teknologi untuk Memantau Kelelahan

Teknologi digunakan untuk memantau kondisi pekerja. Fatigue alarm dan kamera kabin mendeteksi tanda-tanda kelelahan. Ini memberi peringatan dini untuk tindakan pencegahan.

Bagaimana Kelelahan Mempengaruhi Kinerja Pekerja?

Kelelahan yang tidak dikelola bisa sangat mempengaruhi kinerja pekerja. Kecelakaan kerja akibat fatigue sering terjadi tanpa peringatan. Misalnya, pengemudi kendaraan tambang bisa kehilangan kendali karena kelelahan. 

Kecelakaan akibat Kelelahan

Beberapa ciri kecelakaan akibat kelelahan antara lain:

Kecelakaan tunggal, seperti keluar jalur, menabrak pembatas jalan, atau jatuh ke jurang.

Kurangnya jejak pengereman, karena pengemudi tidak dapat bereaksi dengan cepat terhadap situasi darurat.

Kecelakaan yang sering terjadi pada jam rawan (02.00 - 06.00 pagi atau 14.00 - 16.00 sore).

Tips Mengatasi Kelelahan di Tempat Kerja

Lapor kepada Pengawas jika merasa lelah, agar kondisi Anda dapat dimonitor dan tindakan pencegahan dapat segera dilakukan.

Istirahat dengan bergerak, seperti berjalan kaki atau melakukan olahraga ringan.

Cuci muka dengan air dingin atau minum kopi pahit dapat membantu meningkatkan kewaspadaan pada jam kritis.

Tidur sejenak selama 15-30 menit adalah cara yang sangat efektif untuk mengatasi kelelahan tanpa mengganggu jam kerja.

Hindari minum kopi manis atau minuman berenergi yang bisa mempengaruhi kualitas tidur Anda setelah bekerja.

Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Kelelahan

Agar kelelahan dapat dikelola dengan baik, pekerja perlu menjaga gaya hidup sehat. Hal ini meliputi: 

Olahraga teratur, setidaknya 150 menit dalam seminggu.

Polarisasi tidur yang benar, tidur minimal 6 jam per malam untuk memastikan tubuh dapat pulih dengan optimal.

Mengelola stres, baik di rumah maupun di tempat kerja, agar tidak mengganggu kualitas tidur.

Pola makan yang sehat, hindari makanan tinggi gula dan lemak sebelum tidur, karena dapat mengganggu kualitas tidur.

Kesimpulan

Kelelahan bukan hanya masalah fisik yang biasa, tetapi juga faktor yang memengaruhi keselamatan dan produktivitas kerja. Oleh karena itu, pengelolaan kelelahan di tempat kerja sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi pekerja. Dengan penerapan strategi yang tepat, pemantauan kondisi fisik pekerja, dan penggunaan teknologi yang mendukung, kita dapat mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan kinerja pekerja secara keseluruhan.


Posting Komentar