Kelompok Materi Pelatihan Dasar (KMPD) Berau Coal
Tujuan KMPD
Adapun
tujuan dari KMPD adalah sebagai berikut: 1. Penerapan Perundangan KMPD
memastikan peraturan di tempat kerja diterapkan dengan benar. Nilai dan Mindset
K3 KMPD mengembangkan nilai dan mindset yang mendukung K3 dalam setiap aspek
pekerjaan. 3. KMPD bertujuan mengurangi kecelakaan kerja. Mereka menggunakan
langkah-langkah pencegahan yang efektif. Pencegahan Kerusakan Materi KMPD
mencegah kerusakan materi atau peralatan yang mengganggu proses kerja. 5.
Pembekalan Umum Penerapan K3 KMPD memberikan pengetahuan dan keterampilan. Ini
penting untuk memahami K3 dan cara melaksanakannya di tempat kerja.
Peraturan Perundangan
Beberapa
peraturan yang mendasari penerapan KMPD antara lain:
Undang-Undang Republik Indonesia No. 1827 K/30/MEM/2018
tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik.
Safety
Behavior Guidance
Berikut
adalah pedoman perilaku untuk keselamatan kerja:
- Integritas:
- Bertindak sesuai ucapan untuk
membangun kepercayaan.
- Sampaikan fakta dan berani
berbicara.
- Sikap Positif:
- Tunjukkan perilaku yang
menciptakan lingkungan kerja yang saling menghargai.
- Terima koreksi dan selalu
belajar. Tanyakan jika tidak memahami.
- Komitmen:
- Kerjakan tugas dengan sepenuh
hati untuk hasil terbaik.
- Utamakan keselamatan dan ikuti
prosedur.
- Perbaikan Berkelanjutan:
- Tingkatkan kemampuan diri dan
unit kerja secara terus-menerus.
- Inovatif:
- Ciptakan produk atau sistem
baru untuk meningkatkan produktivitas.
- Loyal:
- Patuhi peraturan perusahaan dan
jaga hubungan baik dengan rekan kerja.
Implementasi K3 Berbasis Risiko
Hazard
(Potensi Bahaya) adalah sumber atau situasi yang dapat menyebabkan cedera atau
sakit.
Beberapa
jenis hazard meliputi:
- Fisik: Terkait dengan kondisi
fisik pekerjaan, seperti panas dan kebisingan.
- Kimia: Berhubungan dengan bahan
kimia yang digunakan di tempat kerja.
- Biologi: Terkait dengan makhluk
hidup yang berbahaya, seperti virus atau hewan.
- Psikososial: Berhubungan dengan
interaksi sosial, seperti beban kerja dan komunikasi antarpekerja.
- Ergonomi: Terkait dengan desain
dan postur tubuh yang dapat menyebabkan cedera.
Risiko:
Risiko adalah kemungkinan terjadinya cedera parah atau sakit akibat kerja. Ini
juga mencakup paparan seseorang terhadap bahaya tertentu.
Kecelakaan
Kerja (Berdasarkan Peraturan Pertambangan)
Kecelakaan
kerja adalah kejadian yang tidak diinginkan. Kejadian ini bisa menyebabkan
cedera, kerusakan alat, atau pencemaran lingkungan.
Ilustrasi
Model Pertahanan (Swiss Cheese Model)
Model ini
menjelaskan bagaimana kecelakaan dapat terjadi melalui serangkaian kegagalan
yang saling berinteraksi. Beberapa faktor bisa mempengaruhi, seperti budaya
organisasi, kurangnya pengawasan, dan tindakan tidak aman. Model ini
menggambarkan keselamatan sebagai "lapisan pertahanan" atau
"barrier." Ini melindungi pekerja dan sistem dari bahaya. Setiap
lapisan tersebut berfungsi untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau insiden.
Namun, lapisan pertahanan ini tidak sempurna. Masing-masing memiliki lubang, yaitu
kelemahan yang bisa dimanfaatkan oleh kesalahan atau bahaya. Lubang-lubang ini
mirip dengan lubang pada keju Swiss.
Saat
lubang-lubang tersebut sejajar, bahaya bisa melewati semua lapisan pertahanan.
Ini dapat menyebabkan kecelakaan atau insiden. Dalam Swiss Cheese Model,
terdapat elemen-elemen berikut:
- Lapisan Pertahanan
(Defenses/Barriers): Lapisan ini bertujuan untuk mencegah atau mengurangi
risiko kecelakaan.
Setiap
lapisan dirancang untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi bahaya.
Ini bisa
mencakup:
- alat pelindung
- prosedur keselamatan
- pelatihan
- pengawasan
- budaya keselamatan di tempat
kerja
Setiap
lapisan pertahanan memiliki "lubang" yang menunjukkan celah atau
kegagalan yang mungkin terjadi. Lubang ini bisa timbul dari kesalahan manusia,
kegagalan teknis, atau ketidaksesuaian prosedur. Lubang yang tepat bisa
menyebabkan kecelakaan. Kecelakaan terjadi saat lubang di berbagai lapisan
pertahanan sejajar.
Bahaya bisa
lolos tanpa terdeteksi atau dicegah. Dalam Swiss Cheese Model, ada tahapan yang
penting:
- Budaya dan Pengaruh Organisasi.
- Organisasi atau budaya
perusahaan sangat mempengaruhi keselamatan dan pengawasan.
Kebijakan
yang jelas dan pengelolaan yang baik dapat mengurangi risiko kecelakaan. Namun,
pengaturan yang buruk dapat meningkatkan risiko lubang muncul. Kegagalan
pengawasan yang kurang baik atau tidak efektif juga bisa membahayakan
keselamatan.
Kegagalan
pengawasan ini bisa menyebabkan kecelakaan, meski ada lapisan pertahanan.
Sebelum
tindakan yang tidak aman, lingkungan kerja dapat meningkatkan risiko.
Kondisi
peralatan yang buruk atau prosedur yang tidak sesuai bisa meningkatkan risiko
kecelakaan. Tindakan Tidak Aman / Kegagalan Aktif. Tindakan tidak aman atau
kegagalan aktif terjadi ketika seseorang melakukan kesalahan. Kesalahan ini
langsung memicu kecelakaan. Model Swiss Cheese digunakan dalam kecelakaan kerja
saat pekerja tidak mengikuti prosedur keselamatan. Mereka juga bisa mengabaikan
tanda bahaya.
Contoh Kasus
Kecelakaan di Transportasi Bus:
- Budaya dan Pengaruh Organisasi:
Manajemen tidak rutin melatih pengemudi bus tentang keselamatan. Juga,
kebijakan tentang prosedur keselamatan sering kali tidak jelas.
- Pengawasan yang buruk: Tidak ada
pengawasan yang efektif pada bus yang tidak layak jalan.
- Kondisi Sebelum Tindakan Tidak
Aman: Bus yang sudah tua dan tidak dalam kondisi baik, misalnya rem yang
bermasalah atau ban yang sudah aus.
- Tindakan Tidak Aman / Active
Failure: Pengemudi tidak memeriksa kondisi bus sebelum beroperasi. Ia
tetap melanjutkan perjalanan meski ada tanda-tanda kerusakan.
Model
Pertahanan (Barrier) dalam Pengelolaan Keselamatan Kerja:
1.
Pelatihan dan Pendidikan Keselamatan: Mengajarkan pekerja cara mengenali
bahaya dan menghindarinya.
2.
Pengawasan Ketat: Lakukan inspeksi rutin. Pastikan peralatan dan
lingkungan kerja aman.
3.
SOP (Prosedur Kerja yang Standar): Gunakan prosedur yang sudah teruji.
Ini membantu semua pekerja mengetahui apa yang harus dilakukan dalam berbagai
situasi.
4.
APD: Gunakan peralatan keselamatan yang tepat untuk melindungi pekerja
dari bahaya.
5.
Kebijakan Pemeliharaan Preventif: Jaga peralatan dan mesin tetap baik
dengan pemeliharaan rutin.
Macam-macam APD dan kegunaannya
1.
Penggunaannya harus sesuai dengan standar keamanan yang berlaku 2.
Alat
Pelindung Badan: Apron atau celemek melindungi tubuh dari percikan bahan kimia
dan panas.
Pastikan
menggunakan jenis yang tepat.3.
Alat
Pelindung Anggota Badan, sarung tangan, dan sepatu pelindung melindungi tangan
dan kaki. Mereka aman dari bahan kimia, benda tajam, dan bahaya lainnya.
Apa itu
5S/5R?
5S adalah
cara untuk mengatur tempat kerja. Konsep ini fokus pada kebersihan, efisiensi,
prosedur standar, dan keselamatan kerja.
1. Seiri
(Sortir) - Penyortiran
Penyortiran
bertujuan untuk memisahkan barang yang diperlukan dari yang tidak. Barang yang
tidak digunakan dalam pekerjaan sebaiknya dibuang atau disingkirkan dari tempat
kerja. Langkah ini bertujuan mengurangi clutter di area kerja. Contohnya
termasuk menyortir dokumen dan alat yang tidak terpakai. Buang atau donasikan
peralatan yang rusak atau tidak digunakan.
2. Seiton
(Set in Order) - Penataan
Setelah
membuang barang yang tidak perlu, langkah berikutnya adalah merapikan yang
masih diperlukan. Tujuannya adalah agar semua alat atau bahan memiliki
tempatnya sendiri.
Ini membantu
pekerja mencari dan mengembalikan alat dengan mudah. Contohnya:
- Susun peralatan atau dokumen
dengan label yang jelas.
- Atur alat sesuai urutan
penggunaan. Misalnya, letakkan alat besar di rak bawah dan alat kecil di
rak atas.
3. Seiso
(Shine) - Pembersihan
Pembersihan
lingkungan kerja sangat penting untuk menjaga kualitas dan keamanan. Pekerja
harus membersihkan tempat kerja dan alat-alat secara rutin.
Lingkungan
yang bersih penting untuk kesehatan dan deteksi kerusakan. Contohnya:
- Bersihkan meja kerja, peralatan,
dan mesin secara rutin.
- Pastikan area kerja bebas dari
debu, minyak, atau kotoran yang dapat membahayakan keselamatan.
4. Seiketsu
(Standardize) - Standarisasi
Standarisasi
berarti mengatur prosedur kerja agar sesuai dengan yang telah ditetapkan.
Setelah menerapkan Seiri, Seiton, dan Seiso, penting untuk menjaga standar ini
setiap hari. Ini meliputi alat, waktu, dan metode kerja yang seragam. Contoh:
Buat prosedur kerja yang jelas dan mudah diikuti untuk membersihkan dan menata
tempat kerja. Susun panduan visual atau checklist untuk semua pekerja.
5. Shitsuke
(Sustain) - Pemeliharaan
Langkah
terakhir dalam 5S adalah memastikan semua langkah sebelumnya terus
dipertahankan. Pemeliharaan ini mencakup pembentukan kebiasaan baik dalam
menjalankan 5S secara berkelanjutan.
Libatkan
semua orang untuk menjaga kebersihan, keteraturan, dan keselamatan di tempat
kerja.
Contoh:
- Lakukan evaluasi rutin untuk
memastikan standar 5S terpenuhi.
- Terapkan disiplin dan budaya
kerja yang mendukung kebiasaan 5S.
Pengelolaan
Kesehatan Kerja dan Lingkungan Kerja
Kesehatan
kerja adalah upaya untuk melindungi pekerja dari gangguan kesehatan akibat
pekerjaan. Lingkungan kerja melibatkan berbagai faktor. Ini termasuk fisika,
kimia, biologi, ergonomi, dan psikologi. Semua faktor ini berdampak pada
keselamatan dan kesehatan tenaga kerja.
Fatigue atau
kelelahan.
Kelelahan
bisa disebabkan oleh banyak faktor. Ini termasuk aspek fisik, mental, dan
lingkungan.
Faktor-faktor
ini memengaruhi kesiapan seseorang untuk bekerja.
Jenis
Kelelahan (Fatigue)
- Kelelahan
kumulatif: Kelelahan karena bekerja terlalu keras dalam waktu lama.
- Kelelahan
sirkadian: Kelelahan akibat gangguan pada ritme tubuh.
- Kelelahan akut: Kelelahan
sementara karena tubuh digunakan terlalu keras.
- Kelelahan kronis: Kelelahan
yang berlangsung lama dan mengganggu pekerjaan.
Faktor
Risiko Penyebab Kelelahan Kualitas tidur dan ritme tubuh dapat menyebabkan
kelelahan.
Beban kerja
dan kondisi fisik serta psikologis juga penting.
Kesimpulan
Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3) sangat penting. Ini membantu menciptakan lingkungan
kerja yang aman dan produktif. Dengan peraturan yang tepat dan pelatihan yang
baik, risiko kecelakaan dapat berkurang. Alat pelindung diri yang sesuai juga
sangat penting. Kesehatan pekerja juga terjaga.
Dukung penulis melalui tautan ini. Bantuan Anda penting untuk perkembangan blog ini. Terima kasih.